Tomohon: Kota Bunga

Iklim, struktur tanah Kota Tomohon sangat sesuai untuk pengembangan berbagai potensi pertanian. Kota Tomohon dikenal sebagai salah satu penghasil sayuran (hortikultura) dengan wilayah pemasaran Indonesia bagian Timur. Salah satu potensi pertanian yang dikembangkan oleh penduduk Kota Tomohon sejak dahulu adalah budidaya tanaman hias (floriculture). Pengembangan tanaman hias di Kota Tomohon selain karena beberapa faktor teknis di atas, juga karena faktor budaya masyarakat yang sejak dahulu terkenal sebagai petani tanaman hias.

Berdasarkan hasil penelitian dari BALITBANG Pengembangan Tanaman Hias Direktorat Tanaman Hias Departemen Pertanian RI menjelaskan bahwa Kota Tomohon terletak pada garis Wallace yang menyebabkan beberapa jenis tanaman hias yang spesifik di Indonesia tumbuh di Kota Tomohon.

Budidaya tanaman hias dalam hubungannya dengan perekonomian memiliki backward linkage serta forward linkage dengan kegiatan lainnya. Selain itu kegiatan di bidang pertanian khususnya budidaya tanaman hias memiliki keunggulan berbanding (comparative advantage) dengan kegiatan lainnya. Budidaya tanaman hias adalah suatu kegiatan yang memiliki keterkaitan lintas sektor yang mampu membangkitkan multiplier effect yang sangat signifikan bagi tumbuhnya mata rantai usaha, terutama UKM (Usaha Kecil Menengah) sehingga membantu penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Multiplier Effect Pengembangan Bunga

Multiplier Effect Pengembangan Bunga

Dari gambar ini, komoditas tanaman hias memiliki arti strategis bagi Kota Tomohon karena tanaman hias diharapkan sebagai suatu prime mover dalam dunia pariwisata dan sekaligus menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon.

Letak Kota Tomohon yang strategis yang merupakan pelintasan kabupaten/kota menuju ke ibukota Propinsi Sulawesi Utara, karena terletak pada daerah dataran tinggi (400-1200 dpl) sehingga merupakan daerah tujuan wisata (DTW) yang baik untuk minat ecotourism dan agrotourism karena kondisi alam yang menjanjikan. Untuk itulah maka kota ini sangat tepat untuk dijadikan pilihan bagi masyarakat untuk menjadikan tempat ini secondary house.

Kondisi Eksisting Budidaya Tanaman Hias

Luas panen Tanaman Hias di Kota Tomohon dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Hingga tahun 2003, sentra pengembangan tanaman hias (khususnya bunga potong) masih berada bagian utara kota yaitu Kakaskasen I, Kakaskasen II, Kakaskasen III. Perkembangan tanaman hias di Kota Tomohon selama tahun 2005 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel Jenis, Luas Tanam, Luas Panen dan Produksi Total Tanaman Hias di Kota Tomohon Tahun 2005

Jenis Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produksi (Tangkai)
Gladiol 15,00 12,00 2.400.000
Krisan 3,25 2,70 533.250
Anyelir 1,80 1,50 450.000
Kerklilly 0,31 0,20 3.200
Anthurium 1,30 1,23 31.980
Amarilis 8,51 8,34 95.910
Rosida 14,70 14,40 159.998
Anggrek 0,05 0,05 5.900
Aster 19,20 16,00 1.360.000
Mawar 0,31 0,30 1.350
Total 64,43 56,72 5.041.588
Sumber: Profil Tanaman Hias di Kota Tomohon Tahun 2004. Dinas Pertanian Kota Tomohon, Sulawesi Utara

Dari diagram di atas terindikasi bahwa luas tanaman hias tertinggi dicapai oleh Aster (19,2 Ha), sedangkan terendah oleh Anggrek (0,05 Ha), namun jumlah tanaman hias Gladiol menduduki produksi total tertinggi (2.400.000 tangkai) dan disusul oleh Aster (1.360.000 tangkai). Urutan lima besar produksi total tanaman hias di Kota Tomohon adalah: Gladiol, Aster, Krisan, Anyelir, dan Rosida. Adapun jenis tanaman hias yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di Kota Tomohon meliputi bunga potong, bunga pot, bunga taman dan bunga anggrek.

Chrysanthemum Spp (Krisan)Gladiolus Gandavensis (Gladiol)Tahun 2004 usaha pengembangan tanaman hias mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena mampu memberdayakan 80% masyarakat Kota Tomohon, sekalipun hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri yakni untuk penataan halaman rumah/pekarangan.Di sampng itu peningkatan ini dapat dilihat dari hasil/produksi tanaman hias dimana pada tahun 2004 baru mencapai ± 2 juta tangkai dan menembus angka 5 juta tangkai tahun 2005 atau meningkat sebesar 250%, juga disebabkan karena terjadi peningkatan jumlah kelompok tani tanaman hias dari 16 kelompok pada tahun 2004, menjadi 55 kelompok (342,75%) pada tahun 2006.

Pengembangan tanaman hias diarahkan untuk pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan tidur sehingga tidak mengganggu fungsi lahan yang sudah diperuntukkan untuk kegiatan agro lainnya yang juga menjadi komoditas andalan Kota Tomohon. Pengembangan tanaman hias ini dimaksudkan untuk memberikan pendapatan tambahan, penataan lahan yang tidak terpakai yang pada gilirannya akan menjadi tujuan wisata. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman tanaman hias tidak cukup untuk konsumsi ekspor. Untuk itu dalam rangka menunjang program pemerintah Kota Tomohon Tahun 2008 yaitu sebagai pintu gerbang ekspor tanaman hias di kawasan Indonesia Timur maka perlu disiapkan lahan terbuka untuk pengembangan tanaman hias seperti pada lahan kering, sawah, lahan pertamanan kota, landscape, sedangkan lahan tertutup untuk lahan-lahan di rumah kaca, rumah plastik, penggunaan indoor (hotel, restoran dsb.).

Isu Strategis dan Kondisi Eksisting Kota Tomohon Sebagai Kota Tomohon

  • Kios Pinggir Jalan Sebagai Embrio Produksi Bunga.

    Citra Tomohon sebagai kota bunga diindikasikan oleh adanya kios-kios bunga di pinggir jalan dan rumah-rumah yang juga berfungsi sebagai toko bunga, yang tersebar sepanjang jalan dari Manado ke Tomohon.

  • Skala Lokal Daripada Skala Regional Maupun Nasional.

    Industri bunga rumah tangga sepertinya hanya beroperasi dalam skala lokal dari pada skala regional/ nasional atau bahkan internasional. Hal ini terindikasikan dari sistem manajemen dan pemasaran mereka yang sederhana.

  • Stagnannya Pertumbuhan Karena Terbatasnya cakupan Pasar dan Keterbatasan Modal Untuk Meningkatkan Skala Produksi Agriculture.

  • Terbatasnya Variasi dan Kualitas Dari Produk Bunga.

Sumber: Akselerasi Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara

Dari kondisi eksisting pengembangan tanaman hias di atas, maka dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan hasil kajian action plan pengembangan tanaman hias di Kota Tomohon.

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

Kekuatan (Strengths) Kelemahan (Weaknesses)
  • Kuatnya inisiatif dan motivasi masyarakat lokal untuk mengembangkan industri bunga rumah tangga
  • Pertumbuhan "pusat bunga" (kios pinggir jalan) pada titik tertentu sepanjang jalan Tomohon-Manado memperkuat citra Tomohon sebagai kota bunga
  • Terbatasnya variasi bunga
  • Display dan pengemasan bunga yang tidak menarik
  • Lemahnya manajemen dan pemasaran yang mengarah pada terbatasnya pasar yang dapat dimasuki
  • Keterbatasan modal untuk meningkatkan produksi dan pemasaran
  • Kurangnya usaha promosi dari produksi bunga di Tomohon
Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)
  • Pertumbuhan industri pariwisata dan industri terkait lainnya (seperti MICE) akan dapat meningkatkan konsumsi bunga
  • Penyelanggaraan even tahunan atas inisiatif pemerintah akan dapat menstimulasi pengembangan agrobisnis bunga yang diselenggarakan oleh UKM lokal
  • Produksi berorientasi ekspor
  • Ketidakstabilan saluran pemasaran dan distribusi produk agrikultur akan mengganggu keberlanjutan produksi bunga
  • Minimnya infrastruktur ekspor dan impor akan menjadi halangan utama dalam mengembangankan skala produksi
  • Permintaan produk bunga yang terbatas pada tingkat lokal akan menurunkan produksi agrikultur di Tomohon

Peluang Pengembangan Tanaman Hias

Secara global, nilai perdagangan florikultura adalah ≤ US$ 50 milyar sedangkan nilai perdagangan florikultura di Indonesia adalah ≤ US$ 10 juta, dengan kata lain 0,02 % nilai perdagangan florikultura Indonesia terhadap perdagangan global.

Dalam pengembangan tanaman hias saat ini, substitusi impor dan pengembangan florikultura harus menjadi agenda utama. Saat ini permintaan tanaman hias di pasar mecapai 70%. Khusus untuk bunga potong permintaan dalam negeri (DN) mencapai 250 juta tangkai, baru dipasok 158 juta tangkai (63,20%). Sedangkan target ekspor senilai US$ 15.000.000, sekarang baru mencapai US$ 12.000.000 (Sumber: Direktorat Tanaman Hias, 2006).

Pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun baru, Imlek, dan hari besar lainnya permintaan tanaman hias bunga potong melonjak tajam sehingga tidak dapat dipenuhi produksi DN dan diimpor dari LN. Meningkatnya permintaan terhadap tanaman hias disebabkan oleh beberapa hal berikut: (a) meningkatnya kesejahteraan masyarakat, (b) meningkatnya jumlah penduduk, (c) berkembangnya industri pariwisata, (d) perkembangan pembangunan perkotaan yang memerlukan tanaman hias untuk keindahan dan kenyamanan taman.

Strategi dan Rencana Pengembangan

Beberapa strategi serta rencana pengembangan tanaman hias (florikultura) di Kota Tomohon:

1. Strategi pengembangan I

Rencana Jangka Pendek (crash program) Bunga Kota Tomohon

Strategi Program Pengembangan
Memasyarakatkan Budidaya Tanaman Hias
Memasyarakatkan Bunga
  • Penanaman bunga di pekarangan
  • Penanaman bunga di lahan tidur
  • Kegiatan penanaman semua jenis bunga

Rehabilitasi landscape perbukitan yang rusak akibat penambangan pasir

Pengembangan landscape yang difokuskan pada taman bunga yang menciptakan image tentang salah satu tujuan wisata di Sulawesi Utara yaitu Kota Bunga Tomohon.


Kondisi eksisting


Kondisi yang diharapkan

Teknologi Pertanian (Floriculture Technology)
Penggunaan teknologi budidaya pertanian

Pembuatan green house

Pembuatan laboratorium pengembangan budidaya tanaman hias (cell culture)

Pasar Bunga
Membuat pasar bunga Tomohon dengan fasilitas yang terintegrasi, seperti display kios/ stall, ruang penyimpanan (pendingin), pengemasan, area parkir, dan fasilitas penunjang lainnya.
  • Mendesain dan mengembangkan pasar bunga Tomohon dengan fasilitas terintegrasi
  • Promosi pasar bunga Tomohon (termasuk bahan-bahan promosi pariwisata)
  • Sosialisasi dan pembantuan teknis pengemasan bunga dari pemerintah lokal dan sektor swasta untuk mempromosikan bisnis agro-wisata.
  • Memperbaiki kualitas infrastruktur dan menciptakan pembantuan teknis untuk memperbaiki sistem distribusi produk.

Lokasi penataan kios-kios bunga, lokasi pengembangan pasar bunga dan lokasi pembangunan laboratorium dijelaskan dalam gambar berikut ini:

2. Strategi dan pengembangan II

Strategi Program Pengembangan
Perbaikan kios-kios pinggir jalan (beranda bunga)
Perbaikan kios-kios pinggir jalan

Program Fisik:

  • Mendesain ulang lay-out dan tampilan bangunan dari kios-kios pinggir jalan eksisting
  • Mendesain ulang area pengelompokan kios-kios dan hubungannya dengan akses publik
  • Mendesain ulang fasilitas pendukung lainnya untuk publik/konsumen

Program Non-Fisik:

  • Sosialisasi program perbaikan untuk kios-kios pinggir jalan "Beranda Bunga"
  • Peningkatan bantuan teknis untuk kios "Beranda Bunga"

Perbaikan kios-kios pinggir jalan

Program Non-Fisik:

  • Sosialisasi pengemasan bunga sebagai sarana promosi bisnis agro-bunga
  • Bantuan teknis untuk pengemasan bunga oleh pemerintah lokal dan sektor swasta

Perbaikan bantuan manajemen dan pemasaran

Program Non-Fisik:

Bantuan teknis yang terkait dengan aspek manajemen dan pemasaran kios "Beranda Bunga"

Menyediakan kredit untuk UKM agro-bunga lokal

Program Non-Fisik:

Menyiapkan kerjasama dengan institusi keuangan (BRI, BPR)

Membuat skema kredit untuk UKM agro-bunga lokal, seperti kredit perawatan dan kredit bunga

3. Strategi dan Pengembangan III

Strategi Program Pengembangan
Pengembangan Pasar Bunga
Membuat pasar bunga kota

Program Fisik:

Mendesain dan mengembangkan pasar bunga Tomohon dengan pengembangan fasilitas terintegrasi (display, kios, penyimpanan, area parkir, dan fasilitas terkait lainnya)

Program Non-Fisik:

Promosi pasar bunga Tomohon (termasuk bahan-bahan promosi pariwisata)

Perbaikan sistem pengemasan bunga

Program Non-Fisik:

Sosialisasi pengemasan bunga untuk mempromosikan bisnis agro-bunga

Bantuan teknis untuk pengemasan dari pemerintah lokal dan sektor swasta

Peningkatan sistem distribusi produk Program Fisik:

Perbaikan kualitas infrastruktur yang menghubungkan pusat produksi dan titik distribusi/kota-kota outlet

Program Non-Fisik:

Bantuan teknis untuk meningkatkan sistem distribusi produk
Flower Garden Walk

Program Fisik:

Penataan Layout pasar bunga yang representatif bagi wisatawan yang berjalan kaki sambil berbelanja bunga

Program Non Fisik:

Perancangan Pasar Bunga

4. Strategi dan Pengembangan IV

Strategi Program Pengembangan
Establishing Agro-Flower Cooperation: "Koperasi Bunga"
Menyiapkan koperasi agro-bunga ("Koperasi Bunga")
  • Menyiapkan lahan/ bangunan untuk operasionalisasi "Koperasi Bunga"
  • Pelatihan bagi staf lokal untuk memanage "Koperasi Bunga"
  • Sosialisasi program untuk menginformasikan bahwa "Koperasi Bunga" sebagai institusi berbasis masyarakat untuk mempromosikan produksi agro-bunga yang dijalankan oleh UKM lokal

Menyediakan akses untuk promosi dan pemasaran produk agro-bunga UKM lokal
  • Menyiapkan lahan yang sesuai untuk display bunga (produk agro-bunga), dan juga informasi yang berkaitan dengan UKM agro-bunga lokal.
  • Memproduksi direktori atau informasi promosi dari UKM agro-bunga lokal dan beragam produk yang ada di Tomohon.

Menyediakan bantuan keuangan (kredit bunga) untuk UKM agro-bunga lokal
  • Dengan institusi keuangan (BRI, BPR).
  • Membuat skema kredit untuk UKM agro-bunga lokal, seperti kredit perawatan dan kredit bunga.

5. Strategi pengembangan V

Strategi Program Pengembangan
Membuat Model Green House: "Rumah Bunga"
Membangun model green hijau ("Rumah Bunga") sebagai pusat penelitian dan pengembangan agro-bunga di wilayah Tomohon

Program Fisik:

  • Pengembangan fasilitas rumah hijau (termasuk: laboratorium, pusat perawatan, wisma tamu, kantor dan fasilitas penunjang lainnya)

  • Melatih staf lokal untuk me-managefasilitas rumah hijau
  • Membangun jaringan dan kerjasama dengan sektor swasta dan juga UKM agro-bunga lokal
Menjadikan model green house ("Rumah Bunga") sebagai atraksi wisata

Program Fisik:

  • Mengembangkan fasilitas untuk tujuan rekreasi dan pariwisata yang terintegrasi dengan fasilitas rumah hijau (pusat pengunjung, wisma tamu/homestay, café dan toko bunga, jalur bunga tematik)

  • Menciptakan paket wisata terintegrasi dengan pemberian pengalaman/eksplorasi tentang bunga
  • Membuat bahan-bahan promosi yang terkait dengan paket wisata agro-bunga

Profil Program

Deskripsi Program Pembangunan
Koperasi Agro-Bunga - "Koperasi Bunga"
Menyiapkan koperasi agro-bunga sebagai institusi berbasis masyarakat untuk mempromosikan produksi agro-bunga yang dijalankan oleh UKM lokal
  • Menyiapkan lahan/bangunan untuk operasionalisasi "Koperasi Bunga" dan sosialisasi program untuk menginformasikan "Koperasi Bunga" sebagai institusi berbasis masyarakat.

  • Pelatihan staf lokal untuk memanage "Koperasi Bunga"
  • Informasi promosi berkaitan dengan UKM agro-bunga di Tomohon
  • Menyiapkan kerjasama dengan institusi keuangan dan membuat skema kredit untuk UKM agro-bunga lokal, seperti kredit perawatan dan kredit bunga.
Membangun model rumah hijau "Rumah Bunga" sebagai pusat penelitian dan pengembangan agro-bunga di wilayah Tomohon, juga untuk memperkuat citra Tomohon sebagai kota bunga.
  • Pengembangan fasilitas green house (termasuk: laboratorium, pusat perawatan, wisma tamu, kantor dan fasilitas penunjang lainnya).

  • Mengembangkan fasilitas untuk tujuan rekreasi dan pariwisata yang bertemakan agro-bunga, yang terintegrasi dengan green house "Rumah Bunga", seperti pusat pengunjung, wisma tamu/home stay, café dan toko bunga, jalur bunga tematik.
  • Pelatihan staf lokal untuk memanage green house dan fasilitas rekreasi.
  • Membangun jaringan dan kerjasama dengan sektor swasta dan UKM agro-bunga lokal.
  • Membuat paket wisata terintegrasi dengan eksplorasi pengalaman yang terkait dengan agro-bunga.
  • Membuat bahan-bahan promosi yang terkait dengan paket wisata agro-bunga.

Pemasaran Tanaman Hias

Pemasaran hasil budidaya tanaman hias di Kota Tomohon saat ini dalam skala lokal, yaitu untuk memenuhi pasaran Kota Tomohon, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Propinsi Gorontalo.

Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan Kota Tomohon menjadi pintu gerbang ekspor tanaman hias untuk memenuhi pasaran nasional maupun internasional.

Kebijakan pemerintah Kota Tomohon saat ini untuk menyerap hasil produksi masyarakat petani tanaman hias adalah menggunakannya sebagai pajangan dalam ruangan, bukan menggunakan artificial flowers. Dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat menyerap produksi petani bunga. Selain itu pemasaran hasil produski tanaman hias di Kota Tomohon, produksi bunga di pasarkan ke daerah sekitar Kota Tomohon.

Diharapkan dalam tahun 2008 Tomohon dapat menjadi sentra produksi tanaman hias di Indonesia sekaligus membuka pintu gerbang ekspor tanaman hias untuk kawasan Timur Indonesia. Market area untuk ekspor tanaman hias produksi Kota Tomohon adalah Asia Pasifik dan Australia. Untuk negara Indonesia pintu gerbang ekspor tanaman hias terdapat di dua wilayah yaitu Indonesia bagian Barat sebagai pintu gerbang untuk benua Asia, Afrika dan Eropa, sedangkan untuk Indonesia bagian Timur untuk kawasan Australia, Jepang, Pilipina, Selandia Baru.

  • bIMS

    31.08.2010. tomohon.

    tomohon so ta tambah banya jalan mar jangan asal buka jalan di daerah sekitar hutan lindung contohnya di kaki gunung mahawu dan masarang. bila so jadi pemukiman di situ mungkin taon-taon datang orang tomohon susah aer karna pasti pohon-pohon dis…

  • Maksum Panjaitan

    31.08.2010. Medan.

    saya senang berkunjung ke tomohon, semoga semakin cepat berkembang jadi kota yg indah dan sejuk, i love kota tomohon !!!!!!!!…